Yogyakarta, 10–11 September 2026 – Dalam rangka memperkuat penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan Pelatihan Sistem Informasi Arsitektur (SIA) SPBE dan Clearance Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dilaksanakan pada 10–11 September 2026 di Yogyakarta. Kegiatan ini difasilitasi oleh PT. Digitama Sinergi Indonesia dan diikuti oleh tim Diskominfo Kabupaten Grobogan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas serta penguatan tata kelola digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan.
Pelatihan ini menghadirkan Dwi Rahmawati, S.Kom. dan Pradiptya Setyahadi, S.Kom., M.Sc., selaku tim teknis PT. Digitama Sinergi Indonesia. Keduanya memberikan pendampingan dan pembekalan kepada peserta terkait pemahaman, pengelolaan, serta penerapan Sistem Informasi Arsitektur SPBE dan mekanisme Clearance TIK yang mendukung proses perencanaan dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tim Diskominfo Kabupaten Grobogan dalam menyusun, mengelola, serta memanfaatkan Arsitektur SPBE/PEMDI sebagai landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan digital. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara proses bisnis, data dan informasi, aplikasi, infrastruktur, serta keamanan dalam ekosistem SPBE (Pemdi) sehingga pengembangan sistem pemerintahan digital dapat dilakukan secara lebih terarah, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Selain itu, pelatihan Clearance TIK diarahkan untuk memperkuat proses perencanaan dan pengendalian pengembangan maupun pengadaan TIK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan. Clearance menjadi bagian penting untuk memastikan setiap inisiatif atau kebutuhan teknologi informasi memiliki keselarasan dengan arsitektur SPBE (Pemdi), tidak berjalan secara parsial, serta dapat menghindari terjadinya duplikasi aplikasi, infrastruktur, maupun investasi TIK yang kurang efektif.
Urgensi kegiatan ini semakin meningkat seiring dengan tuntutan transformasi digital pemerintahan yang membutuhkan tata kelola teknologi informasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pengembangan layanan digital pemerintah tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi atau infrastruktur baru, tetapi juga membutuhkan perencanaan arsitektur yang jelas, interoperabilitas antar-sistem, pengelolaan data yang baik, serta pengendalian terhadap setiap inisiatif TIK. Dengan demikian, SIA SPBE dan Clearance TIK menjadi instrumen penting untuk memastikan transformasi digital berjalan berdasarkan kebutuhan, prioritas, dan arah kebijakan pemerintah daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan perencanaan dan implementasi TIK antarperangkat daerah. Dengan pemahaman yang semakin baik terhadap arsitektur SPBE (Pemdi) dan proses Clearance TIK, diharapkan berbagai pengembangan sistem digital di lingkungan pemerintah daerah dapat dibangun secara lebih terkoordinasi, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Diskominfo Kabupaten Grobogan menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas tata kelola SPBE (Pemdi). Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan pemahaman teknis, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, serta upaya memastikan setiap pengembangan TIK mendukung arah transformasi digital Pemerintah Kabupaten Grobogan. Diskominfo juga diharapkan dapat menjadi penggerak dalam mendorong penerapan prinsip integrasi, efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam setiap pengembangan teknologi informasi pemerintahan.
Sementara itu, PT. Digitama Sinergi Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung dan mendampingi pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi SPBE, baik melalui peningkatan kapasitas SDM, konsultasi, pendampingan teknis, maupun penguatan tata kelola pemerintahan digital. Kehadiran konsultan dan tim teknis dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif praktis sekaligus membantu peserta memahami penerapan SIA SPBE (Pemdi) dan Clearance TIK secara lebih komprehensif.
Melalui pelaksanaan Pelatihan SIA SPBE (Pemdi) dan Clearance TIK ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Grobogan semakin siap membangun ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi, efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Grobogan sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan Pemerintah Digital secara berkelanjutan.




