Semarang, 2 November 2026 – Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan kota cerdas (Smart City) yang terarah dan berkelanjutan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hasil Asesmen Kesiapan Kematangan Smart City pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut pelaksanaan asesmen kesiapan kematangan Smart City pada pemerintah kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh perwakilan pemerintah kabupaten/kota, khususnya perangkat daerah yang menangani urusan perencanaan pembangunan serta komunikasi dan informatika. Forum ini menjadi ruang penyampaian hasil asesmen sekaligus sarana untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi kesiapan dan tingkat kematangan Smart City di masing-masing daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Pradiptya Setyahadi selaku narasumber menyampaikan hasil asesmen kesiapan kematangan Smart City. Pemaparan ini memberikan gambaran mengenai kondisi aktual kesiapan pemerintah daerah dalam mengembangkan konsep Smart City, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai aspek yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraannya.

Penyampaian hasil asesmen memiliki arti penting karena pembangunan Smart City tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan tata kelola, kelembagaan, sumber daya manusia, infrastruktur, serta integrasi berbagai layanan dan program pembangunan daerah. Dengan memahami kondisi kesiapan dan kematangan yang dimiliki, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi aspek yang telah berjalan baik maupun area yang masih memerlukan peningkatan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kabupaten/kota diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai posisi kesiapan Smart City masing-masing. Hasil asesmen diharapkan tidak hanya menjadi gambaran capaian, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam menentukan prioritas pengembangan, menyelaraskan program lintas perangkat daerah, serta merumuskan langkah strategis yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Selain itu, penyampaian hasil asesmen diharapkan dapat mendorong penguatan koordinasi antara perangkat daerah, khususnya dalam mengintegrasikan perencanaan pembangunan dengan inisiatif transformasi digital. Dengan demikian, pengembangan Smart City dapat dilaksanakan secara lebih terukur, tidak berjalan secara parsial, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Diskusi dan tanya jawab yang menjadi bagian dari kegiatan juga memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil asesmen serta memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait arah pengembangan Smart City. Interaksi ini diharapkan dapat membangun kesamaan persepsi dan mendorong komitmen bersama dalam menindaklanjuti hasil asesmen di tingkat daerah.
Keberhasilan Smart City tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknologi, tetapi juga oleh konsistensi perencanaan, kolaborasi antar perangkat daerah, serta komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, hasil asesmen ini diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk memperkuat kesiapan dan meningkatkan kematangan Smart City secara bertahap, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota, dan para pemangku kepentingan, pengembangan Smart City diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta mampu mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif, responsif, dan memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.




