NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Sekretariat Daerah menyelenggarakan Sosialisasi Akhir Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Rabu, 3 Desember 2025 bertempat di Ruang Rapat Anjuk Ladang.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, serta perwakilan dari seluruh Kepala Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Direktur Rumah Sakit Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A, membuka kegiatan dengan menegaskan komitmen serius pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan terpadu. Dalam sambutannya, Beliau menekankan bahwa penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan fondasi utama untuk pembangunan daerah lima tahun ke depan.
“Dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE ini adalah pedoman vital bagi kita semua. Tujuannya jelas, untuk menghilangkan ego sektoral dan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri (silo). Kita harus bergerak menuju layanan yang terpadu dan efisien demi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Nganjuk,” tegas Bupati dalam arahannya. Beliau juga menginstruksikan agar seluruh OPD mematuhi arsitektur yang telah disusun sebagai acuan tunggal pengembangan teknologi informasi.
Agenda sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari PT. Digitama Sinergi Indonesia yaitu Bapak Pradiptya Setyahadi, S.Kom.,M.Sc. Dalam sesi paparan teknis, membedah secara mendalam hasil akhir penyusunan dokumen strategis tersebut yang mencakup enam domain utama Arsitektur SPBE yang saling terintegrasi, yaitu: Arsitektur Proses Bisnis, Arsitektur Data dan Informasi, Arsitektur Layanan, Arsitektur Aplikasi, Arsitektur Infrastruktur, dan Arsitektur Keamanan.
Selain arsitektur, dipaparkan pula Peta Rencana SPBE yang berisi inisiatif strategis dan jadwal implementasi program digitalisasi Kabupaten Nganjuk untuk periode 5 (lima) tahun mendatang.
Sesi diskusi dan tanya jawab diselenggarakan setelah pemaparan materi, memberikan kesempatan kepada para Kepala OPD untuk mendiskusikan tantangan teknis serta strategi implementasi di lapangan agar selaras dengan dokumen perencanaan yang telah ditetapkan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Drs. Nur Solekan, M.Si. dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa selesainya tahapan penyusunan ini adalah awal dari kerja keras yang sesungguhnya. “Tugas kita selanjutnya adalah memastikan eksekusi di lapangan berjalan sesuai rel yang telah direncanakan, sehingga indeks SPBE Kabupaten Nganjuk dapat meningkat signifikan,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menunjukkan optimisme dan kesiapan untuk mempercepat terwujudnya Smart City dan Digital Government yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Nganjuk.





