BANJARBARU, 1 Desember 2025 – Dalam upaya mengakselerasi transformasi digital yang terpadu dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Banjar menggandeng PT Digitama Sinergi Indonesia (Digitama Consulting) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Arsitektur, Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan Masterplan Smart City Kabupaten Banjar”. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Meeting Room Hotel Rodhita, Banjarbaru, dan dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta Tim Koordinasi SPBE Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Banjar dalam menyelaraskan arah pembangunan digital daerah sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional serta visi misi daerah dalam RPJMD tahun 2025-2029.

Komitmen Pimpinan Daerah untuk Integrasi Digital
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Bapak Yudi Andrea. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan dokumen Arsitektur SPBE dan Masterplan Smart City bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sebuah fondasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.
“Tantangan kita ke depan adalah menghilangkan ego sektoral dan aplikasi yang silo (terkotak-kotak). Melalui dokumen Arsitektur dan Peta Rencana SPBE yang disusun bersama Digitama ini, kita harus mampu mewujudkan layanan publik yang terintegrasi, mudah diakses, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Yudi Andrea di hadapan para peserta.
Beliau juga mengapresiasi capaian Indeks SPBE Kabupaten Banjar tahun 2024 yang mencapai angka 2,87 (Predikat Baik), dan berharap dengan adanya perencanaan strategis yang baru ini, maturitas digital Kabupaten Banjar dapat terus meningkat.
Pemaparan Arsitektur SPBE: Menuju SuperApp Layanan Publik
Dalam sesi materi, Tenaga Ahli dari PT Digitama Sinergi Indonesia, Pradiptya Setyahadi, S.Kom, M.Sc, memaparkan secara mendalam mengenai kondisi eksisting dan target Arsitektur SPBE Kabupaten Banjar.
Pradiptya menjelaskan bahwa Peta Rencana SPBE 2026-2030 disusun untuk mendukung keterpaduan layanan digital nasional. Fokus utamanya adalah transformasi dari silo app menuju integrated services atau SuperApp.
“Arsitektur SPBE yang kami susun mencakup enam domain utama: Proses Bisnis, Data dan Informasi, Layanan, Aplikasi, Infrastruktur, dan Keamanan. Tujuannya adalah efisiensi. Ke depan, masyarakat Kabupaten Banjar tidak perlu mengunduh puluhan aplikasi berbeda, cukup satu portal layanan terpadu yang kami sebut Banjar Smart Services,” jelas Pradiptya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Digital Leader di setiap OPD untuk mengawal manajemen perubahan, manajemen data, hingga manajemen keamanan informasi guna mendukung 47 indikator penilaian SPBE.
Masterplan Smart City: Visi “SMART GAMARI”
Selain SPBE, kegiatan ini juga membedah Masterplan Smart City Kabupaten Banjar. Berdasarkan analisis kesiapan daerah, visi yang diusung adalah “Mewujudkan Kabupaten Banjar yang SMART GAMARI” (Agamis, Maju, dan Mandiri).
Tim Digitama memaparkan bahwa terdapat total 114 inovasi yang direncanakan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, yang terbagi ke dalam enam dimensi Smart City:
- Smart Governance: Pelayanan publik yang prima (Contoh: Portal Layanan Terintegrasi, SI-IDAH).
- Smart Branding: Membangun citra daerah (Contoh: Aplikasi Destia Borneo untuk pariwisata).
- Smart Economy: Ekonomi digital dan kesejahteraan (Contoh: Baturai Intan untuk petani milenial).
- Smart Living: Kualitas hidup dan kesehatan (Contoh: Batasbih Fukaha).
- Smart Society: Masyarakat cerdas dan humanis (Contoh: iMartapura).
- Smart Environment: Lingkungan berkelanjutan (Contoh: Bank Sampah Digital MySmash).

“Smart City bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi bagaimana inovasi tersebut dapat menyelesaikan masalah daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program Quickwin yang telah kami rancang harus segera dieksekusi agar dampaknya dapat dirasakan secara cepat,” tambah Pradiptya.
Sinergi untuk Masa Depan
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi interaktif antara konsultan Digitama dan para peserta dari berbagai OPD. Masukan dari diskusi ini akan menjadi bahan finalisasi dokumen Peta Rencana SPBE dan Masterplan Smart City.





